Sabtu, 20 Februari 2016

Mengetahui Dasar Konsep Perbedaan Zakat dan Pajak

loading...

Zakat dan pajak keduanya memang merupakan dana yang harus dikeluarkan oleh umat dan bersifat wajib. Namun tampaknya tidak sedikit yang merasa bahwa kedua wacana merupakan satu makna yang memiliki pengertian sama saja. Padahal jika dilihat lebih dekat, sebenarnya cukup banyak perbedaan antara zakat dan pajak yang bisa dikenali. Bagi Anda yang ingin tahu masalah perbedaan zakat dan pajak, atau justru memang belum mengetahui definisi keduanya secara pasti, silahkan simak artikel ini lebih lanjut. 

persamaan pajak dan zakat,pengertian bazis,makalah perbedaan zakat dan pajak,peran zakat terhadap perekonomian,dalam perekonomian,pengertian sharf,cara menghitung zakat emas,pengertian zakat,
Perbedaan zakat dan pajak sebenarnya sudah bisa kita lihat dari namanya. Mengapa bisa seperti itu? Zakat adalah konsep pembayaran sebagian kecil dari harta yang wajib diberikan pada kas negara atau Baitul Mal dan hanya dikenal dalam Islam. Sementara lebih dari itu, pajak merupakan konsep kata baku dan sudah tercatat dalam konteks nasional. Jadi, baik itu penduduk dalam suatu negara beragama Islam atau bukan semua wajib membayarkan pajak kepada kas negara. 

Nah, lebih jauh dari itu, beberapa poin penting terkait perbedaan zakat dan pajak diantaranya adalah:

1. Perbedaan konsep
Dari segi konsep, baik antara zakat dan pajak sudah berbeda. Bisa dikatakan kesamaan keduanya hanya terletak pada sejumlah dana yang harus dikeluarkan untuk kas negara namun secara tata pelaksanaan jauh berbeda. Zakat berhubungan dengan kewajiban secara agama sementara pajak adalah kewajiban negara. Selain itu, batasan apa saja yang perlu dizakati dan bidang apa saja yang harus dibayarkan pajaknya juga berbeda. Zakat berhubungan dengan dana pribadi secara keseluruhan dan kemudian dizakatkan dalam jangka waktu tertentu.

2. Perbedaan batas waktu
Dalam zakat kita mengenal adanya konsep nishab. Nishab adalah batas waktu sampai berapa lama seseorang baru diwajibkan mengeluarkan zakatnya untuk agama. Jadi bisa dibilang harta yang bisa dizakati adalah harta yang sudah jelas (abadi), bukan harta yang akan digunakan atau diputar sebagai modal usaha kembali. Berbeda dengan pajak yang mewajibkan Anda membayar iurannya tiap bulan tanpa adanya konteks harta tersebut ada atau tidak. 

3. Perbedaan ukuran
Perbedaan zakat dan pajak yang lain adalah ukurannya, baik ukuran besar dana atau biaya yang harus dikeluarkan ataupun ukuran secara legal formal. Dalam zakat harta yang bisa dizakati hanyalah kekayaan abadi dan jelas, serta ukurannya sudah tertera secara jelas dalam syari’at agama. Berbeda dengan pajak, ukurannya bisa berubah naik dan turun sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan dari pemerintah. 

Nah, itulah tadi tiga poin perbedaan zakat dan pajak yang mungkin bisa berguna untuk memperjelas wacana Anda. Jika memang ada dana berlebih silahkan zakatkan sebagian harta Anda untuk membuatnya lebih bermanfaat di masa depan. Tapi ingat ya, meskipun sifatnya wajib namun zakat adalah biaya (pajak) yang baru harus dikeluarkan apabila dana kekayaan memang sudah bersifat stagnan dan abadi.

Mengetahui Dasar Konsep Perbedaan Zakat dan Pajak Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Sista Rosdyah