Sabtu, 20 Februari 2016

Hakikat Perbedaan Fakir dan Miskin Dalam Islam

loading...

Perbedaan Fakir dan Miskin - Banyak orang yang kurang memahami bahwa fakir dan miskin adalah dua keadaan yang sama. Perbedaan fakir dan miskin ini sudah banyak disampaikan oleh para alim ulama berdasarkan hadis-hadis sahih dari Rasulullah Muhammad SAW. Dalam hadis-hadis yang sahih dan pendapat para alim ulama sepakat bahwa fakir dan miskin adalah dua keadaan yang berbeda. Orang yang fakir berbeda dengan orang yang miskin tapi keduanya mempunyai makna yang sama, yaitu keadaan dimana seseorang yang kurang mampu dalam kehidupannya. Untuk menambah pengetahuan ada baiknya kita mengerti hakikat sebenarnya antara fakir dan miskin.

pengertian miskin,pengertian fakir miskin menurut para ahli,fakir miskin dan anak-anak terlantar,miskin dhuafa,makalah fakir miskin,definisi miskin,amil adalah,tanya arti fakir dan miskin,
Perbedaan Fakir dan Miskin Secara Umum
Fakir dan miskin merupakan dua keadaan yang berbeda, ada dua pendapat ulama yang menyatakan bahwa fakir lebih kurang mampu dibandingkan dengan miskin, namun ada juga yang berpendapat bahwa miskin lebih kurang mampu dibandingkan dengan fakir. Pendapat ini masih diperbincangkan sampai sekarang. Namun jika dilihat dari hadis-hadis sahih pendapat yang kedua lebih kuat karena mempunyai hadis sahih pendukung yang banyak dan yang meriwayatkan hadis ini juga jelas. Dalam sebuah hadis dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, Rasulullah bersabda bahwa orang miskin bukanlah orang yang meminta-minta kemudian diberi makanan. Orang miskin adalah orang yang tidak mempunyai harta untuk bisa menutupi kebutuhannya.

Dari hadis ini bisa disimpulkan bahwa pengertian dan perbedaan fakir dan miskin dari orang miskin adalah orang yang sudah bekerja tapi hasilnya tidak bisa memenuhi kebutuhannya. Ukuran miskin dalam Islam tidak disebutkan besarnya hanya dijelaskan tidak bisa memenuhi kebutuhannya. Misalnya saja seorang yang berpenghasilan 1 juta setiap bulannya tapi ternyata kebutuhan keluarganya dalam satu bulan adalah 2 juta rupiah, orang ini termasuk orang miskin karena penghasilannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Yang dimaksud kebutuhan disini bukan kebutuhan hidup yang tersier ataupun sekunder, melainkan kebutuhan primernya. Jika kebutuhan primernya sudah bisa terpenuhi dan tidak kekurangan, maka bisa dikatakan orang tersebut orang mampu.

Lalu, bagaimana dengan orang yang fakir? Pendapat mengenai fakir dari berbagai ulama sedikit berbeda-beda. Ada yang mengatakan fakir itu lebih tidak kurang mampu dari miskin ada pula sebaliknya. Pendapat yang kuat disampaikan oleh Ibu Katsir dalam kitab fikih bahwa orang yang fakir adalah orang yang sakit menahun sehingga menyebabkan dirinya tidak bekerja dan tidak mempunyai penghasilan. Dari sini, bisa ditarik kesimpulan bahwa orang yang fakir adalah orang yang tidak mempunyai pekerjaan karena sakit sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhannya dan keluarganya.

Dari penjelasan mengenai fakir dan miskin, bisa ditarik kesimpulan bahwa fakir dan miskin mempunyai perbedaan yang mendasar dan harus dipahami dengan jelas. Orang miskin belum tentu fakir, sedangkan orang fakir sudah tentu miskin. Perbedaan fakir dan miskin ini adalah orang miskin merupakan orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pokoknya tapi masih bisa bekerja. Sedangkan orang fakir adalah orang miskin yang tidak mempunyai pekerjaan karena penyakit yang dideritanya.

Hakikat Perbedaan Fakir dan Miskin Dalam Islam Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Sista Rosdyah